10 Tips mengapresiasi dan mendekatkan diri kepada kota kita

Ternyata ga sulit untuk punya apresiasi lebih terhadap kota kita sendiri, apresiasi ini kemudian dapat berkembang menjadi sebuah renungan atau refleksi yang mampu mendekatkan kita kepada kota tempat kita tinggal, sekaligus merasa memilki kota tersebut.
(refleksi pembelajaran sahabat kota berkegiatan bersama komunitas aleut dan teman seperaleutan)

Berikut tips-tips nya:

1. Ngaleut, slow down

Sahabat kota menyadari bahwa untuk menghayati keberadaan dan dinamika kota (Bandung), memerlukan perjalanan dengan proses yang lebih lambat, alias dengan berjalan kaki, atau bersepeda. Kenapa? Ya iyalah, kalau kita naik mobil, naik motor, apalagi nyetir sendiri dan ngebut, kita ga akan lihat apa-apa selain jalan yang ada di depan, atau lampu merah kuning dan hijau. Kita menjadi sedemikian egois dan tersekatnya dengan focus kita sendiri-sendiri.
Urutan transportasi yang paling oke untuk membantu kita menghayati keberadaan dan dinamika kota:
a. Jalan kaki, makanya komunitas aleut kalau jalan-jalan ya jalan kaki, kesempatan untuk melihat hal-hal yang terlewat sangat besar. Rumah demi rumah yang dilewati, setiap ruas jalan yang diseberangi, setiap pohon peneduh yang kita lewati, hingga gang-gang tikus yang dilewati seperti di daerah sasak gantung (hayo dimana itu?)
b. Kalau malas jalan, sepedahan, dengan sepedahan, walaupun focus kita ke gowesan kaki dan arah depan, tapi jalannya sepeda yang cenderung santai membuat kita mampu melihat dan meresapi keberadaan lingkungan kita
c. Ngangkot , dengan ngangkot minimal kita bisa mengapresiasi keunikan karakter orang yang seangkot (keceng2) atau liat sana kemari , menikmati macet dengan melihat hal-hal sekitar yang dapat kita lihat.
d. Naik kereta, pernah coba naik kereta krd? Atau kereta ekonomi yang membelah cicalengka padalarang? Sensasi refleksi di pinggir jendela kereta itu sangat dahsyat dibandingkan dengan merenung dan melihat hal-hal di sekitar kita melalui jendela mobil. Beuh. Bayangkan waktu terasa lambat, getaran rel kereta dan melihat hamparan sawah, rumah pinggir rel, hingga hal2 lain yang selama ini kita lihat saja selewat.
e. Naik bis , ini sama dengan angkot, tapi viewnya beda, apalagi kalau duduk deket jendela, letak tempat duduk yang lebih tinggi membuat kita mampu lihat banyak hal di sekeliling kita.
f. Urutan terakhir pasti ada di mobil dan motor, apalagi kalau naik mobil dan motor sendiri, ngebut, buru2. Pasti kita ga akan bisa ngerefleksiin apapun dan hanya menjadi sebuah makhluk yang teralienasi terhadap keseharian dan kesemerawutan kota.
So. Pesennya adalah. Slow down dude dan coba lihat sekitarmu ada apa.

2. Lihat yang tak terlihat

Setelah slow down, melihat sekitar, cobalah lihat hal-hal yang belum pernah kita lihat selama ini. Contohnya, gedung kodam bekas gedung jaarbers di jalan aceh.kalau tengok ke atas dikit, ada patung yang pada jaman orba di tutup lho, karena dianggap asusila.
Atau coba tengok jalan cipaganti dan dago, lihat betapa pohon besar tertanam rapi di pinggir kiri dan kanan jalan kedua ruas jalan tersebut. Eh..tapi jenis pohonnya beda lho. Konon dulu pada jaman hindia belanda ada sekitar 7-10 ruas jalan di bandung yang bisa dikenali dari jenis pohon yang ditanamnya lho.
Banyak banget hal-hal yang tadinya tidak terlihat dan terlewat begitu saja ketika kita tidak meniatkan diri untuk mengapresiasi kota dan berjalan dengan kesibukan serta dunia kita sendiri.
So..selamat melambat sedikit, silahkan lihat hal-hal yang tak terlihat yaa

3. Gali info dan ikuti rasa ingin tahumu

Udah melambat, jalan-jalan, terus liat hal-hal yang kelewat, asik banget kalau kita menggali informasi seputar hal-hal yang kita lihat tersebut.
Liat balai kota? Kalau anak biologi mungkin tertarik untuk mengetahui lebih jauh tanaman apa yang ada disana, burung apa saja yang ada disana. Yang lain mungkint tertarik untuk mengetahui sejarah balai kota, struktur pemerintahan, atau bahkan sekedar ingin mengetahui ada komunitas apa aja sih yang nongkrong di hari minggu? Ada sepeda, skate, berapa komunitas sepeda? Dll.
Gedung palaguna yang usang, dulunya apa ya? Alun-alun kota bandung? Masih ada ga sih? Dulunya konsep alun2 itu seperti apa ya? Sungai cikapundung, membelah kota bandung lewat mana aja ya? Ikuti aja rasa ingin tahu kita dan gali info yang ada

4. Toponimi, sebuah akar sejarah

Toponimi adalah bahasan ilmiah tentang nama tempat, asal-usul, arti, penggunaan, dan tipologinya. Dengan kata lain, kita bisa tau dulunya di tempat itu ada apa, atau kenapa tempat itu di beri nama seperti itu.
Contoh sederhana yang menarik adalah naripan, dimana setelah ditelusuri adalah sebuah nama orang yaitu bang naripan. Yang merupakan juragan penyewaan kereta kuda di kawasan tersebut pada jaman hindia belanda. Banceuy? Braga? Dago? Banyak banget lho asal-usul sebuah nama tempat di kota kita sendiri (bandung) yang membuat kita makin merasa mengakar terhadap sejarah kota kita.

5. Info ada dimana-mana lho

Melambat udah, melihat hal-hal yang tadinya tak terlihat udah, mencoba melengkapi info dan wawasan udah, ikuti rasa ingin tahu udah. Merasa ada kendala untuk menggali informasi (khususnya tentang sejarah kota bandung?) untuk mengapresiasi kota?
Tanya mbah google, seperti kata bang rizki dari aleut “apa sih yang ga ada di internet?” kunjungi juga tempat-tempat seperti museum, perpustakaan umum / sejarah, bahkan kunjungi aja rumahnya Bang Ridwan Hutagalung dari komunitas aleut. Jangan ragu juga untuk kunjungi toko buku, ahli-ahli lain untuk informasi yang kamu perlukan.
Kunjungi juga http://aleut.wordpress.com (promosi wae yeuh..hhihihihi), banyak tulisan dari komunitas aleut yang berisi banyak informasi tentang sejarah dan apresiasi kota bandung. Selain blog tersebut, banyak ko , praktisi dan pemerhati kota (sejarah) yang menulis info mengenai sejarah kota bandung (biar netral nih.hehe)
Dengan mengikuti rasa ingin tahu kita, maka akan membawa kita melihat dan menemukan banyak hal, mulai dari teman baru, komunitas baru, kawasan baru, tempat baru, informasi baru dan banyak hal baru lainnya.
So..selamat mengikuti rasa ingin tahu mu tentang kota ini dan temukan banyak informasi dimana saja. Jangan jadikan keterbatasan info sebagai halanagan yow.!

6. Rutin

Buatlah kegiatan apresiasi kota yang rutin, entah itu harian, mingguan, bulanan. Relakan dan luangkan waktu kita sejenak, entah sendiri, bersama teman, bersama komunitas , atau bersama keluarga (sama pacar juga boleh kok). Luangkan waktu untuk ngaleut, melambat, melihat hal-hal yang tadinya tak terlihat, menggali rasa ingin tahu kita, menemukan informasi unik yang ada disekitar kita
Kegiatan rutin ini dapat dibumbui dengan tematik, seperti kuliner, film, alam-kota, sepedahan / jalan, sejarah / kontemporer, dan berbagai isu lain yang ingin kita apresiasi di kota ini. Sehingga waktu demi waktu kita akan mendapat lebih banyak kesempatan untuk memupuk rasa kepemilikan terhadap kota ini.

7. Imajinasi

Apresiasi kota tanpa imajinasi membuat apresiasi itu sendiri menjadi sangat kering, membosankan. Tengok bagaimana bang Chandra dari komunitas aleut menceritakan peristiwa perobekan bendera di bank denis (bank Jabar Braga), betapa lebay dan detailnya beliau bercerita sehingga seakan-akan kita kembali diajak untuk meresepi peristiwa tersebut, tengok juga bagaimana ismail agung tertarik dengan logo yang tertera di makam bupati bandung dan berimajinasi menginterpretasikan sendiri makna logo tersebut, juga tengok bagaimana bang ridwan yang serasa ingin berperang kembali setelah mengunjungi kawasan-kawasan bekas pertempuran di Bandung.
Imajinasi juga mengajak kita untuk memiliki visi kedepan dan ide kreatif terhadap hal yang kita apresiasi, muncullah ide-ide liar berupa tulisan, gambar, atau ide untuk beraksi dan berkontribusi mewujudkan kota yang lebih baik.

8. Cinta

Dan pada akhirnya seluruh proses dari 1 hingga 7 akan membuat kita makin jatuh cinta dan menyayangi apa yang ada disekitar kita. Cieh2. Melankolis memang, tapi pada kenyataannya kita juga dapat melihat beberapa teman yang mengikuti kegiatan jalan, mereka itu bukan berasal dari bandung. Mahasiswa pendatang tersebut mengaku mampu melihat hal-hal lain dari bandung yang membuat dirinya menjadi bagian dari kota bandung ini.wew. mantap abiss..yang orang bandung mestinya jangan mau kalah dong.
Cinta juga dapat menimbulkan greget, tengoklah kolam renang pertama di Hindia belanda (pemandian tjihampelas) tempat renang yang eksotis dan asik, yang begitu dicintai masyarakat, direnggut begitu saja oleh pembangunan apartemen berkedok rusunami. Greget gat tuh? Mungkin rasa gregetnya ga akan teralu besar kalau belum tahu betapa pentingnya nilai sejarah dan ekologis dari pemandian tersebut.
Cinta mengalahkan logika (bang ridwan ), dengan cinta kita bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan dan lebih melihat hal-hal positif disekitar kita dari pada hal-hal jelek .

9. Beraksilah sesuai kapasitas dan minatmu

Udah punya informasi, udah ada kegiatan rutin, udah punya imajinasi dan ide2 kreatif, udah cinta nih ma kota kita, tinggal dilengkapi dengan aksi nyata untuk kota kita. Kalau suka apresisi sejarah dan jalan –jalan ya bisa gabung dengan aleut, kalau suka dengan anak-anak dan edukasi ya bisa gabung dengan sahabat kota (ciehh promosi nih..hahaha), suka sepedahan tinggal pilih mau support aktivitas komunitas yang mana.
Juga bisa dituangkan refleksi-refleksi dalam bentuk tulisan, dokumentasi. Karena bangsa ini masih kurang gemar membaca dan menulis, sekali lagi mengutip bang ridwan, bukti nyatanya adalah masih ada orang yang bertanya nama jalan di bawah plang jalan tempat dia berdiri, juga bukti betapa peristiwa bandung lautan api tidak masuk ke peristiwa sejarah nasional karena kurangnya dokumentasi tertulis pada jaman tersebut.
contohnya sahabat kota udah cobain ngajak sepedahan temen-temen lain dengan menggunakan track stilasi bandung lautan api, membantu menyebarkan ilmu dan info yang masih hangat di dapat pada beberapa hari sebelumnya, sambil sekalian sepedahan.hehe.

Ingat! Kata kuncinya adalah berkontribusi sesuai minat dan kapasitasmu.temukan banyak hal baru yang memfasilitasi keduanya (minat dan kapasitasmu). Banyak banget aksi lainnya yang bisa diwujudkan secara individu, membentuk komunitas baru, atau gabung dan support komunitas yang udah ada.

10. Film membantu
Apa lagi sih yang buat semangat kita untuk mengapresiasi kota kita? Film salah satu yang membantu hal tersebut. Dalam film dapat kita lihat sekumpulan imaji dan gambar bergerak yang mampu menstimulus otak kita untuk menyerap lebih banyak informasi dengan lebih mudah.
Tengok film paris j’taime , dimana dengan cerdas mampu menggabungkan benang merah cinta dengan imaji sudut-sudut dan keseharian kota paris, tengok juga film loka seperti daun di atas bantal yang membantu kita merefleksikan kehidupan anak jalanan yang dekat dengan keseharian kita. Dan temukan film2 inspiratif lainnya yang membantu kita memiliki imajinasi dan semangat untuk mengapresiasi hal-hal unik di kota kita sendiri.

11. Tambahkan sendiri ya tips2nya ya.
Mari berbagi tisps!
intinya bagaimana kita mulai belajar untuk melihat sekitar dengan lebih seksama, menemukan hal-hal yang dapat kita apresiasi untuk lebih mencintai kota kita, serta tergerak untuk berbuat sesuatu. Setiap orang memiliki gaya tersendiri dalam merefleksikan keadaan disekitar nya, setiap orang punya apresiasi dan pendapat tersendiri tentang kota yang ditinggalinya, 10 tips diatas hanya lah salah sepuluh dari 10 tips lain yang membantu kita untuk lebih merasa memiliki kota kita (bandung).

salam. sahabat kota

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

One comment

  1. Pingback: Sisi Lain kegiatan Aleut dan apresiasi kota: Social Effect « Komunitas Sahabat Kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: