Surat Pembaca dari Anoa Pesepeda yang Merana

Kepada pembaca yang budiman, hari ini ada surat pembaca yang datang pada saya.

Surat pembaca ini datang dari Anoa Pesepeda yang Merana.

Kenapa ia merana?

mari kita tilik surat si Anoa Pesepeda.

Kepada yang ter muter,

perempuangimbal.

Hari ini saya, Anoa Pesepeda menyatakan rasa sedih saya yang sangat amat mendalam. Saya sangat merana. Bisa dikatakan, sekarang nama saya menjadi Anoa Pesepeda yang Merana.

Saya merana karena tingkah ulah laku para pengguna jalan di Bandung, khususnya mereka yang ber roda empat. Bagaimana tidak, saya menganalisa, tampaknya mereka semua secara mendadak bersamaan, seragam memiliki hobi baru. MEMBUNYIKAN KLAKSON.

Ya Tuhan, perih sekali hati ini rasanya melihat tidak adanya kepedulian di hati mereka. Saya rasa hati mereka mulai ter-mesin-isasi, ketularan saudara-saudara kelabu kita dari kota metropolitan seberang dua setengah jam Cipularang.

Begini pasalnya, saya hanya ingin menyeberang ke pinggir jalan. Sudah dengan prosedur lihat kanan kiri, memberi aba-aba dengan tangan dan dari jarak yang jauh tidak mendadak. Secara logika manusia pintar yang lulus ujian SIM dan bisa mengendarai mobil, seharusnya ia sudah mengetahui dan melihat gelagat saya dari jauh, dan secara etika seharusnya ia memberi jalan, tidak ada pilihan. Tapi KENAPA SIH, tangannya harus memencet KLAKSON?

Jika ada Nona Mimi Hitam yang membaca surat pembaca ini, saya ada saran peluang bisnis baru untuk nona. Mungkin sudah saatnya nona membuat ramuan ngiang-ngiang-bunyi-klakson. Saya dengan senang hati ingin membelinya dan mencampurkannya dengan minuman untuk kemudian saya berikan kepada para pemilik hobi baru tersebut, yang kira-kira efeknya bisa menimbulkan rasa terngiang-ngiang bunyi klakson di gendang telinga mereka selalu selama dua puluh lima menit saja, tetapi terus menerus, begitu, ganti!

Sekian dan terimakasih.

Salam muter-muter,

Anoa Pesepeda yang Merana.

repost dari perempuangimbal

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

4 comments

  1. ooooh…ikut bersimpati ya Anoa yg sedang merana…maafkan kami2 ini yg sering khilaf…maafkan kami yg dengan mengerikannya mendekati transformasi ter’mesin’isasi…semoga sensitivitas perasaan kami2 seiring waktu semakin diasah untuk bertoleransi dan menghargai teman2 yang bersepeda…sekali lagi, maafkan kami…*ngaku dosa sering nglakson diluar kendali*

  2. gara-gara surat si anoa ini, si kuning juga jadi ‘panas’ pengen kirim ke surat pembacaa ….

    http://cinnamome37.blogspot.com/2010/04/surat-pembaca-dari-si-kuning.html

  3. lemur gendut yang lincah

    Kepada yang terrana, anoa,
    memang begitulah ulah manusia lokal. Kita sebagai lemur dan anoa hanya bisa menggeleng2kan ekor melihat ego mereka yang teramat tinggi.
    Seolah-olah para manusia lokal itu memiliki ketepatan waktu ala manusia jepang, sehingga 1 menit pun sangat berharga.
    Mengalah memberi jalan dan meluangkan waktu 20 detik serta deselerasi 20km/jam kepada kita para lemur dan anoa bersepeda pun amatlah sukar.
    Lemur yang sudah cukup piawai bersepeda di jalanan pun masih merasa kesulitan jika harus menyeberang di jalan-jalan protokol.

    Sepertinya kita perlu membuat semacam sosialisasi pada manusia bahwa lemur & anoa bersepeda itu perlu dihargai hak nya sebagai pengguna jalan juga,
    karena sesungguhnya jalanan bukan hanya milik sepeda-wannabe dengan terompet yang berteriak ataupun kotak claustrophobic bermesin penggerak yang membunuh belasan hingga puluhan manusia setiap tahunnya.

    Iri sekali rasanya lemur melihat dan membaca pengalaman lemur2 dan anoa2 lain di belahan dunia lain yang memiliki hak absolut di jalanan hingga bisa nyaman bersepeda tanpa takut, bisa membawa sepeda ke dalam bis kota & kereta tanpa khawatir pungli, dsb.

    Akhir kata, semoga dengan menyeruaknya skandal2 di negara ini, bisa disikapi manusia dengan bijak, serta menjadikan manusia-manusia di negara ini menjadi lebih baik dan peduli sesama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: