Yuk adik-adik kita JAJAN MAKANAN SEHAT

edukasi kreatif (15)

Masih tentang Edukasi Kreatif Sahabat Kota.

Kali ini lokasinya adalah di SDN Neglasari pada hari Sabtu 17 April 2010, dan tema programnya adalah tentang makanan sehat.

Beda sekolah tentunya beda kakak-kakak relawannya. Kecuali saya, Mita, Kandi, Fitri dan Dimas yang senantiasa turut hadir selalu. Setiap orang memang punya peran masing-masing, dan di antara mereka semua peran aku tuh yang paling tidak jelas. Hahahahaha…. (menghibur diri karena tidak bisa banyak ikut terlibat).

Baiklah, bicara mengenai makanan sehat tentunya erat kaitannya dengan kandungan gizinya. Terkadang kita lebih sering mengindahkan tentang yang namanya kandungan gizi dan lebih menuruti selera rasa atau yang seringkali kita sebut dengan istilah “enak”, “amboi", “mak nyus”, “sedap” dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan tentang rasa makanan.

Tujuan dari makanan sehat ini tentunya adalah agar adik-adik lebih kritis terhadap makanan yang ia konsumsi, terkait dengan kandungan gizi dan zat adiktif. Selain itu pula, adik-adik memiliki pengetahuan dan keterampilan lebih dalam memilih makanan yang baik untuk dirinya.

Seperti biasa, sebelum kegiatan dimulai adik-adik berkumpul di lapangan sekolah dan bermain pemecah es (ice breaking). Baru setelah itu dibagi kelompok berdasarkan kalimat “ AKU-SUKA-MAKAN-NASI” (pembagian kelompok yang aneh). Sehabis dibagi kelompok berdasarkan kategori aku suka makan nasi, adik-adik kemudian berkumpul bersama kakak-kakak relawan yang nantinya senantiasa mendampingi mereka dalam berpetualang rasa.

Berdiskusi sejenak, adik-adik kemudian diperkenalkan dengan beberapa macam bungkus/kemasan makanan yang sudah disiapkan sebelumnya. Dari sisa-sisa kemasan tersebut adik-adik kemudian memilih salah satu kemasan makanan yang ia suka. Lalu mencari tahu apa isi yang terkandung makanannya.

edukasi kreatif (10)

Dalam diskusi kelompok ini adik-adik berperan untuk meneliti label pada kemasan makanan dan membandingkan dengan lembar daily nutritional intake anak-anak, serta mengecek kembali tanggal kadaluarsa dan zat-zat adiktif. Di sini kakak-kakak pendamping menjelaskan mengenai dampak dari zat-zat adiktif bila terlalu banyak di konsumsi.

Jadi, apa sih yang musti adik-adik perhatikan pada saat membeli makanan dalam kemasan?

Usai berdiskusi singkat dengan kakak-kakak pendamping, setiap kelompok kini harus menjalankan sebuah misi yaitu “berbelanja” atau tepatnya jajan di warung yang mereka biasanya suka beli. Eits, tapi mereka nggak bisa sembarang beli jajanan. Setidaknya, makanan yang hendak mereka beli adalah satu jenis makanan dalam kemasan untuk dimakan bersama-sama dan tentunya makanan sehat sesuai dengan yang didiskusikan sebelumnya.

Setelah uang jajan sebesar 10 ribu dibagikan untuk tiap kelompok, adik-adik kemudian berunding dan menentukan strategi tentang jenis makanan apa yang hendak mereka beli dan dimana lokasinya. Klo soal jajan sepertinya memang mereka ahlinya. Nggak butuh waktu lama, mereka langsung tahu dimana tempat jajan yang oke. Ya iya lah, tempat ini kan emang daerah jelajah mereka gitu loh.

Sekembalinya dari misi berbelanja, setiap kelompok membuat poster dan mempresentasikan hasil belanja mereka. Pada saat presentasi, setiap kelompok menjelaskan tentang produk apa saja yang mereka beli termasuk pula alasannya memilih jajanan tersebut, mereka juga menjelaskan bagaimana kandungan gizinya dan kelebihan serta kekurangannya. Setelah itu, baru deh di makan sama-sama.

Loh kok udah pada habis duluan yah..?

Jadi, lain kali kalau beli makanan dalam kemasan adik-adik pilih yang mana?

edukasi kreatif (34)

di repost di agungsmail

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: