Warna Warni Wayang Kardus

hey hey, ini ada cerita dari Thatha, teman Sahabat Kota yang ikutan acaranya Young Change Makers di SMP 11! seru lhoo..berikut cerita Thatha yang terlampir!

rabu, 16 Februari 2011
14:17 – 17.00

Yup cerita ini datang dari SMP 11, SMP asal sekolahnya Ami dan Bu Nia yang biasa menghebohkan KSK pada saat Rebel atau Sabtu Belajar! Disana diadakan pertemuan antara sesama anggota YCM (Young Change Maker).

ceritanya adalah, Ami, mau menjelaskan tentang pembuatan Wayang Kardus yang bertema “GO TO ZERO WASTE EARTH”, yang tujuannya adalah pengendalian sampah lewat media poopuler. mayoritas peserta acara ini adalah anak-anak YCM seperti Hilda, Fahmi Dini, Aghnie dan pasti dengan Bu Tininya, Mbak Dini, Asep, Ka Agni, Thatha sendiri, dan yang pasti tim riweuhnya SMP 11..hehehe..

Dini , Metya magangers dari UNDIP, Thata dari Komunitas Sahabat Kota dan Yulia Nadya dari YCM

Bu Nia Kurniati, sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan pemuda baik murid SMP 11 maupun anak muda lainnya di Bandung

Ibu Tini, Bunda Aghnie yang selalu mendukung, mendampingi dan mengapresiasi perkembangan social venture aghnie

Wayang kardus : media fasilitasi dan penyampaian gagasan yang asik dan interaktif

Oke back to discuss,Cerita tentang Wayang Kardus yang akan dipertunjukkan Ami ini, tujuannya sih pengen ngasih info gitu tentang pengendalian sampah, tapi caranya kreatif dan seru, tujuannya supaya ga buat boring, katanya dan mudah dicerna sama anak2 muda, kesannya juga ga terlalu serius tapi pesannya nyampe.Dan rencananya pertunjukan wayang kardus dari SMP 11 ini akan dipertunjukkan di beberapa negara. Pertama pada acara ini Ami menjelaskan proses awal pembuatan wayang kardus ini. katanya sih pas Bulan puasa gitu, atas dukungan Ka Ares juga. Kemudian Ami mempertunjukkan pagelaran Wayang Kardus dech, lucu-lucu boo wayangnya warna – warni gitu. Setelah itu kemudian Ami ngejelasin pembuatan Wayang Kardus step by stepnya gimana. Karena hampir 20 orang-an yang dateng diacara ini, maka untuk membuat wayang kardus akhirnya dibagi 2 kelompok.

Ami YCM 2009 sedang memfasilitasi rekan-rekan lain untuk berdiskusi dan membuat wayang kardus

Dan caranya membuat wayang kardus yaitu adalah :
1. Membuat latar cerita, akan seperti apakah ceritanya. Ide kelompok saya sih tentang pengenalan bahayanya sampah elektronik, penggunaan sterofoam, dan air. Latarnya itu perbandingan antara perkotaan dan pedesaan.

2. Menentukan tokoh cerita dan alurnya. Kelompok yang saya ikuti ada 4 tokoh.

3. Membuat properti dech, dibantu dengan kardus, gunting, kertas dan krayon. Tapi dibagi 2 tim lagi disini ada yang buat tokoh dan ada yang buat latarnya.

beginilah cara pembuatan propertinya :

– Setelah nentuin tokoh dan latar yang akan dibuat maka tinggal memindahkannya ke atas kardus

bahan-bahan untuk wayang kardus

Hendra, duta anti rokok dan aktivis PMR di SMP 11 beserta rekannya dan kang Asep (kanan pojok) mahasiswa Kesejahteraan sosial Unpad yang sedang skripsi tentang YCM Bandung

– Untuk latar sih langsung aja bisa abstrak dilukis diatas kardusnya, bisa pake crayon atau cat air, atau kalo yang lebih permanen tuh bisa pake kertas lipet warna – warni kemudian ditempel diatas kardus.

tim SMP 11, anak2 muda penuh semangat dan bakat

– Kalo buat tokohnya sih digambar sketsanya dulu diatas kertas A4, kemudian diwarnain, baru ditempel diatas kardus dan digunting mengikuti bentuknya.

Aghnie serius banget bikin wayang kardus

Menghasilkan karakter wayang secara spontan

– wayang pun siap dipertunjukkan setelah semua properti selesai dibuat.

Wayang kardus tim SMP11: Go To Zero waste school

Tim wayang kardus di balik layar

di balik layar wayang kardus

teman-teman SMP 11 pasca perform Wayang kardus

Yah cara yang ditunjukan SMP 11 ini sangat kreatif, dengan memanfaatkan barang bekas atau daur ulang bisa menjadi hal yang berguna dan mengasyikan dan juga mengurangi sampah dan global warming.

Salut lah..!!!

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: