Kareumbi Sisi Eksotis Bandung Timur

hari Kamis, tanggal 10 Maret kemarin, tim KSK mengadakan survey ke Kareumbi! yeay! ūüėÄ
dalam rangka apa?
tentunya dalam rangka persiapan KEGIATAN LIBURAN SAHABAT KOTA! huhuhuhu. ūüėÄ
tim KSK yang berangkat survey adalah Thatha, Kandie, Aldi, Dimas, dan saya. seru sekali lhoo, dan Thatha melaporkan untuk KSK! :] selamat membaca! oia, sambil membaca, asiknya sambil lihat foto-foto yang dijepret oleh Aldi! mangga, selamat membaca dan melihat lihat foto dan kabitaa :p

oia, NEXT kegiatan besar dan seruu dari KSK adalah kegiatan liburan ini, JADII buat kamu yang minat untuk jadi relawan, BERSIAP lah dan mulai lah PDKT sama kita yee ūüėÄ
.Amanda Mita, Sahabat Kota

*tulisan berikut ditulis oleh Thatha dari Sahabt Kota

Woowww hari yang menyenangkan! Tepatnya pagi ini kita semua janjian¬†di tugu¬†lokomotif ST.Hall Bandung buat naik KRD Patas Baraya Geulis dengan harga¬†tiket Rp.5000 ke¬†Cicalengka. Akhirnya jam menunjukkan jam 8.20 dan tibalah saatnya naiknya¬†kereta. Yeahhhh….naik kereta selalu menyenangkan dan ada kenangan. Dalam¬†perjalanan kita¬†banyak ngobrol dan sedikit briefing untuk pembagian tugas, ga lupa sesi¬†foto-foto dikit¬†oleh Aldi. Perjalanan sekitar 1 jam kurang karena kereta patas sempat¬†berhenti sesaat¬†dibeberapa stasiun. Pada pukul 9.27 kami sampai distasiun cicalengka. Kemudian¬†dijemputlah oleh¬†Kang Feby dengan Ka Uprit disertai mobil Land Rover-nya yang gagah¬†itu…hehehe..Yeah¬†akhirnya kami berlima (Ka Dimas,Ka Kandi,Ka Mita,Aldi,Thatha) naik¬†Land-Rovernya itu¬†dibelakang kaya mobil pick-up gitu kalau kata orang kampung mah mobil¬†kolbak ditemani¬†angin sepoi-sepoi. Mulailah kami muncak menuju Kareumbi….

Perjalanan menanjak dimulai, wooowww.. pemandangannya edun pisan jalur¬†garut-bandung keliatan¬†boo. Ditambah pemandangan gunung dan beberapa bukit serta pesawahan yang¬†mirip kayak sistem¬†subak di Bali. Pertama sih jalannya mulus dan lancar jaya. Kemudian masuk¬†kejalanan yang agak¬†rusak, tapi menurutku ini yang paling seru, serasa off road..hahaha…Dikanan¬†jalan ada bukit¬†gitu tapi masih agak gundul.Hanya menurut Ka Uprit ini tuh ada kavling atau¬†blok-bloknya¬†misalnya Punya Bank BJB, Analis ITB. Rasanya suka dengan udara pegunungan yang¬†segar dan¬†sejuk. Mata ini tak lelah memandang. Setelah melewati bukit tersebut¬†perjalanan masih berlanjut¬†dijalan off road tersebut karena berbelok-belok dan berbatu. Next pemandangan¬†dikanan-kiri¬†jalan adalah semak-semak dan pohon bambu. Kebetulan aku dan Ka Kandi berdiri¬†menikmati¬†pemandangan, tetapi ditengah jalan kalau ada semak yang tingi kita harus¬†merunduk kalo ga mau¬†ditampar semak2 tersebut, hehehe…Dan kalau duduk juga sakit badan boo….

Finally kami sampai di Kareumbi. Pertama, kita isi buku tamu, berkenalan dengan pengurus Kareumbi dan Kang Eden yang katanya mau jadi guide kita selama survey di Kareumbi. Kami berdiskusi sepintas mengenai kegiatan KSK lalu bapak pengurus Kareumbi menjelaskan tentang fasilitas Kareumbi. Dan katanya ga boleh buang sampah sembarangan di Kareumbi karena ntar bisa didenda. Dan selama ikutin track atau jalur yang ada di Kareumbi ga akan nyasar dech. Satu lagi yang menarik! Llistrik di Kareumbi menggunakan mikrohidro lho, yakni dari air yang ditampung atau ditahan, karena belum terjamah listrik dari PLN. Dan mati banget ga ada sinyal. So buat komunikasi digunakan Handy Talk (HT). Sinyalpun hanya ada di kantor pengurus Kareumbi dan itu hanya terbatas pada provider tertentu, dibantu pula oleh alat penangkap sinyal. Lanjut, kita pamitan dan survey!

Pertama kita survey, nemu camping ground dan ternyata ada kategorinya gitu, diantaranya:

-Camping ground A kapasitas bisa sampai 400 orang dan bisa dipasang tenda peleton
-Camping ground B kapasitas 100 orang dan ukurannya agak lebih kecil dari Camping ground A
-Camping ground C kapasitas 50 orang dan biasanya dipakai sebagai tempat survival gitu buat para Pecinta Alam dan ga ada MCK.

Selama survei liat camping ground suasanya enak banget, adem, banyak kicauan¬†burung, dan¬†masih banyak pohon pinus menjulang tinggi, dan jalan setapak yang sesekali¬†meyebrangi sungai¬†kecil dan ditemani gemercik air. Jarak antara camping ground A dan B tidak¬†terlalu jauh. Tapi Camping Ground C agak ditengah-tengah hutan makanya minim¬†fasilitas dan ga ada¬†MCK. Kalo camping ground A dan B masih deket ke Wisma atau kantor. Dan buat¬†tambahan bisa pesen¬†makan juga disana yah ūüôā

Sepanjang jalan juga banyak ditemui tanaman lumut, bunga anggrek, bunga puspa, murbei, dll. Next kami kerumah pohon. Disini ada 5 rumah pohon yang dikelilingi beberapa pohon pinus dan ditengah2 terdapat sebidang tanah kosong yang mungkin bisa dipakai untuk api unggun.

Ada 3 grade rumah pohon juga ,antara lain :
-Tipe A mampu menampung 7-8 orang harganya Rp.500.000,tapi yang ini tingkat¬†boo…
-Tipe B mampu menampung 5-6 orang harganya Rp.450.000
-Tipe C mampu menampung 4 orang harganya sama Rp.450.000

penerangan berupa petromak, sleeping bag, dan matras. Dan ada MCKnya yang¬†dibuat dari bilik¬†kayu, lantai batu, tempat wudhu dari bambu. Enak banget lah pokoknya.Setelah puas bermain di rumah pohon kami pun melanjutkan perjalanan menuju¬†Desa¬†Cigumentong. Kami melewati jalan-jalan setapak dan ternyata ada yang¬†mengejutkan Kareumbi itu¬†terdapat di 3 daerah yaitu Bandung, Sumedang,dan Garut. Dan diantara¬†rerimbunan semak-semak ada¬†batas daerahnya berupa tugu kecil. Becandaannya Kandi sih “Hey kita bisa¬†lintas Bandung-Garut¬†cuma 10 detik”..hahaha..ada-ada aja yah…Kemudian kita lanjut perjalanan¬†lagi deh, tapi perjalanan¬†kali ini jalan setapaknya nanjak banget sekitar 45 derajat lah dan¬†karena musim hujan¬†jalanannya jadi licin. Akhirnya nyampe dech di jalan yang mau ke arah desa¬†tea..Jalanannya¬†berbatu. Karena cuaca hujan akhirnya kami menumpang beristirahat di Rumah¬†panggung salah satu¬†pengurus Kareumbi dan kami makan siang disana. Kemudian¬†setelah hujan cukup reda kami berkeliling kampung.¬†Desa ini diisi 6 Kepala Keluarga. Rumahnya kebanyakan rumah panggung¬†dan ada kebun¬†tomat, kebun wortel, ada kolam atau kalau kata orang Sunda mah balong. Yang lucunya lagi ada rumah panggung¬†yang punya MCK¬†diluar alias setengah dada atau kata orang kampung mah ‘kobong’. Dan¬†dibawahnya itu kolam¬†ikan. Sayangnya banyak anjing kampung. Ada juga rumah baca gitu yang¬†terbuka. Terdapat juga¬†sebuah mushola kecil.

Setelah puas berkeliling kampung akhirnya kita turun untuk kembali ke Pos awal berangkat survey yakni Kantor pengurus Kareumbi. Disepanjang jalan kanan-kiri semak-semak, dan pohon-pohon tinggi menjulang menemani perjalanan kami dan banyak kupu-kupu juga ternyata. Indah banget lah. Perjalanan kebawah kurang lebih 30 menit. Kemudian kami melepas lelah di gazeeboo dan jajan-jajan karena ada warung kecil yang menyediakan makanan seperti mie rebus, kopi, minuman hangat lainnya, dll. Harganyapun cukup murah.

Dikarenakan waktu yang sempit dan semakin sore kami tidak sempat survey ke penangkaran Rusa. Katanya disana ada penangkaran rusa yang dihuni 12 ekor rusa.Wah sayang sekali yah tak sempat melihatnya, sepertinya keren sekali. Selain fasilitas yang disebutkan diatas, Kareumbi juga punya track sepeda, yang mungkin buat para penggila sepeda bisa dicoba. Selain tanjakannya yang asoy ditemani pemandangan hutan, dijamin buat mata fresh. Dan juga ada fasilitas perahu kano gitu, jadi kita bisa mendayung didaerah sungai buatan.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 3, maka kami harus pulang untuk mengejar kereta pukul 16.20. Ahh..rasanya enggan meninggalkan alam yang syahdu dan membuat damai. Tapi kami tetap harus pulang kembali ke kehidupan nyata dan rutinitas sehari-hari di kota..Akhirnya kami berpamitan dan meluncur dengan Land-Rover turun dari gunung untuk diantarkan ke Stasiun oleh Ka Uprit dan Kang Febby dan ditemani beberapa teman Kang Feby yang membawa tumpukan matras dan sleeping bag.

Demikian sepenggal cerita dari Kareumbi. Ingin¬†kembali lagi¬†rasanya..hehehe..merasakan kedamaian dan keheningan disana. Terbebas dari¬†hiruk-pikuk kota dan¬†polusi ūüėČ

 

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: