THIS IS A PLAYFUL CITY!

5 Tempat Bermain Seru dan Tak Terduga di Kota Bandung

1.       Danau Tengah Kota, Jl. Diponegoro

Apa ini?

Setiap hari tempat ini dilewati ribuan orang yang tergesa-gesa menuju suatu tempat, entah itu lewat jalan layang Pasupati atau Jl. Diponegoro. Tapi sepertinya tidak banyak yang pernah sungguh-sungguh berhenti dan berkunjung ke danau ini. Bagaimana bisa ada danau muncul di tengah kota? Hmm, sebenarnya sih ini bukan danau alami, tetapi bekas galian basement suatu bangunan besar. Kalau tidak percaya, lihat saja bentuknya dari citra satelit! Tampak jelas bentuk bersegi-segi yang jelas buatan manusia. Bekas basement ini lalu terisi air hujan, dan mungkin juga ada sumber air, sehingga membentuk danau.

Apa yang menarik di sini?

Lokasinya benar-benar di tengah kota, tapi kalau kamu menjelajah ke danau bagian belakang, alamnya relatif tak tersentuh. Ada sebuah pohon beringin besar, dan kalau malam masih ada kunang-kunang! Itu tandanya lingkungan di sini masih baik. Lalu di sini hidup keluarga angsa dan kambing liar, entah bagaimana mereka bisa ada di situ. Yang aneh, kata pemancing yang sudah bertahun-tahun mancing di danau ini, jumlah angsa dan kambingnya selalu tetap. Kalau ada yang mati satu, mereka akan beranak satu. Dan kalau anak yang lahir terlalu banyak, pasti beberapa akan mati sehingga jumlahnya kembali ke semula. Seolah-olah mereka punya pengaturan sendiri.

Danaunya pun menarik. Pertama, tempatnya berbahaya karena dasarnya tidak melandai seperti danau alami. Jadi kalau tidak jago berenang, mendingan jangan masuk ke airnya.  Hewan-hewan yang hidup dalam danau ini pun mengejutkan. Ada macam-macam ikan (makanya banyak yang mancing), lalu ada lobster air tawar, ular, dan sebagainya. Karena air danau ini cukup dalam, kalau tidak salah lebih dari sepuluh meter, jadi hewan-hewannya pun berukuran cukup besar. Kataya sih, seorang pemancing di sana pernah menangkap ikan sepanjang …! (liat di notes FB ato tanya Has) Lalu, danau ini kan sebenarnya calon bangunan besar. Nah menurut gosip, di dasar danau ini masih ada alat-alat berat untuk membuat bangunan!

Apa yang Bisa Dilakukan di Sini?

Piknik (sore hari paling asik), memancing, tidur atau membaca di bawah pohon, main sepeda di sepanjang tepi danau.

Peringatan:  jangan ganggu hewan liar (termasuk angsa dan kambing)! Jangan nyampah, sayang karena di sini lingkungannya masih bersih. Kalau kita kotori, nanti kunang-kunangnya hilang. Lebih baik jangan berenang karena bahaya.

2.       Hutan Kota Babakan Siliwangi

Apa Ini?

Lagi-lagi keajaiban kota Bandung. Kalau tadi ada danau di tengah kota, sekarang ada hutan lebat di tengah kota! Kalau kita masuk ke tengah hutan Babakan Siliwangi, benar-benar bisa lupa kalau sedang ada di kota. Sebabnya, beberapa bagian hutan ini masih liar dan jarang didatangi orang. Hutan kota punya peran yang sangat penting untuk kesehatan penduduknya lho! Ia membantu membersihkan udara, menyediakan air bersih dari mata air, dan suasananya yang tenang dapat menghilangkan stres. Untung saja Babakan Siliwangi sudah diresmikan menjadi hutan kota dunia, sehingga akan dilindungi dan dilestarikan.

Apa yang Menarik di Sini?

Wah, super banyak sampai bingung! Hahaha. Di hutan ini ada banyak hewan dan tumbuhan liar unik. Hewan paling lucu adalah tupai, mereka suka muncul di pagi atau sore hari. Kalau kita tenang dan tidak banyak bergerak, kita bisa menonton ulah mereka berlarian kesana-kemari. Tumbuhan paling menarik adalah… aduh saya tak tahu namanya, tapi yang jelas tumbuhan ini menumpang di atas pohon lain dan akarnya menjuntai sampai ke bawah. Jadilah hutan akar gantung yang luar biasa! Beberapa bagian hutan dipenuhi akar gantung ini, lebat seperti tirai, sehingga pemandangannya mempesona seperti di dongeng-dongeng.

Lalu ada mata air yang digunakan warga setempat untuk mandi dan mencuci. Dulu di dekat sumber air ini ada kolam sangat cantik yang ditumbuhi teratai, tapi sekarang sudah rusak karena pepohonan sekitarnya ditebang L semoga suatu saat bisa kembali cantik.

Ada lapangan adu domba yang masih aktif digunakan. Kalau sedang musimnya, banyak orang datang dari jauh membawa domba aduan mereka, dan area ini jadi ramai!

Kalau malas blusukan ke dalam hutan, ada juga anjungan forest walk. Menjelajah lewat anjungan ini sensasinya berbeda karena kita berjalan sejajar dengan puncak-puncak pohon. Jadi sudut pandangnya  agak seperti tupai, mungkin.

Di sekitar hutan ini ada beberapa komunitas asyik yang bisa dikunjungi. Salah satunya Sanggar Olah Seni (SOS) Babakan Siliwangi, tempat kita bisa belajar atau melihat-lihat karya seni warga setempat. Untuk yang lebih berjiwa muda ada Hayu Ulin di Baksil (HUB), tempat mangkalnya di puing-puing restoran Babakan Siliwangi. Di sana mereka membuat bike track, tempat duduk-duduk, dan mural. Ada juga sisa dinding restoran berhias relief Prabu Siliwangi.

Apa yang Bisa Dilakukan di Sini?

Piknik, jelajah hutan (bisa jalan kaki atau naik sepeda), nongkrong di anjungan forest walk, memetik dan makan buah kersen, mengamati tupai dan burung, foto-foto di hutan akar gantung, main ke SOS atau HUB

Peringatan: kalau mau jelajah hutan, sebaiknya pakai pakaian tertutup dan lotion anti nyamuk. Nyamuknya ganas! Jangan nyampah atau berisik di hutan, supaya tidak mengganggu hewan liar. Gunakan jalur jalan setapak yang sudah ada, hindari membuat jalur baru. Di sana sudah banyak jalan setapak kok. Sebelum lewat daerah mata air, sebaiknya tengok-tengok dulu, supaya tidak mengganggu warga  yang sedang mandi. Lebih baik ambil jalan memutar ke hutan sebelah atas.

3.       Labirin Kota, perkampungan Lebak Siliwangi dan Muararajeun

Apa Ini?

Kalau semboyan National Geographic Adventure Channel adalah “Let’s get lost,” maka buat kalian yang berjiwa petualang, coba deh sekali-kali tersesat di tengah kota! Perkampungan kota adalah tempat yang ajaib. Biasanya berawal dari suatu tempat terbuka, entah berupa bantaran sungai, taman atau lahan menganggur yang tak jelas fungsinya. Lalu orang berdatangan menghuni tempat tersebut secara liar. Karena tidak ditertibkan selama bertahun-tahun, pembangunan pun terus bertambah, dari awalnya sekadar gubuk lalu menjadi rumah semi permanen bahkan permanen. Dalam bidang tata kota, ini disebut sebagai “pertumbuhan organik” karena perkembangan wilayah tersebut terjadi tanpa perencanaan, hanya mengikuti kebutuhan orang yang tinggal di sana. Karena semua orang berbeda kebutuhan, akibatnya terjadilah kesemrawutan! Gang, selokan, bangunan, sumur dan sebagainya terletak tak teratur, pabalatak kalau kata orang Sunda.

Untuk sebuah kota, sebenarnya perkampungan seperti ini dianggap sebagai masalah perkotaan. Tetapi selalu ada sisi cerah dari awan mendung, kan? Karena karakternya yang acak-acakan, perkampungan tersebut memiliki potensi untuk bermain dan bertualang. Beberapa yang sudah saya jelajahi adalah perkampungan sepanjang Lebak Siliwangi dan perkampungan di belakang Jl. Muararajeun.

Apa yang Menarik di Sini?

Karena jaringan gangnya rumit, kita bisa sungguh-sungguh hilang arah! Waktu menjelajah perkampungan Muararajeun, saya masuk dari jalan di belakang kantor Telkom Jl. Supratman. Dari sana, secara acak mengikuti jalur gang yang bercabang-cabang, tiba-tiba sudah keluar di Jl. Surapati, dekat Sukaluyu. Pernah juga iseng mencari jalan tembus dari Jl. Katamso ke Muararajeun Baru, yang ada saya tersesat kebingungan dan ujung-ujungnya keluar di… Jl. Katamso lagi. Dan kerennya, menurut teman saya yang Teknik Geodesi, daerah perkampungan seperti ini hingga sekarang belum dipetakan, karena sangat sulit. Jadi, GPS? Maaf ya, pakai insting saja.

Khusus perkampungan di sepanjang Lebak Siliwangi, keunikannya adalah banyak badan air di sela-sela rumah penduduk. Banyak sekali anak sungai bercabang kesana-kemari. Kalau dilihat dari sejarahnya, sebenarnya Lebak Siliwangi adalah daerah luahan, tempat banyak keluar mata air dan anak sungai yang mengalir ke Sungai Cikapundung. Dulunya di sini ada ruang terbuka hijau tempat orang rekreasi, hal itu masih tampak dari nama jalan di sekitarnya: Taman Sari, Pelesiran, Kebon Bibit dan lain sebagainya. Kalau kita menjelajah ke dekat Jl. Cihampelas, percaya tidak, kita bisa menemukan air yang bersih dan jernih! Itu adalah salah satu mata air yang masih tersisa. Bahkan dulunya, kolam renang Cihampelas diisi dengan air mata air asli lho, bukan air berkaporit. Ah sayang sekali kolam bersejarah ini sudah dihancurkan L

Karena pertumbuhannya yang organik, di perkampungan seperti ini kita bisa menemukan hal-hal unik yang dibuat berdasarkan inisiatif warga setempat. Contohnya kebun tanaman obat, sekolah sepak bola dan panggung kesenian di daerah Lebak Siliwangi. Ada juga permainan kukuyaan (tubing, menyusur sungai dengan ban) di sepanjang sungai Cikapundung.

Apa yang Bisa Dilakukan di Sini?

Bersepeda atau jalan kaki menjelajah gang sampai hilang arah. Di perkampungan Balubur, bisa juga menyusur sungai dan bermain di bawah kolong jalan layang Pasupati. Nongkrong di warung makan dan mengobrol dengan warga setempat. Main petak umpet!

 4.       Branhang Perumahan, Jl. Kanayakan, Jl. Kebon Waru & Jl. Gempol

Apa Ini?

Dulu, waktu orang Belanda merancang kawasan perumahan kota Bandung, rumah yang saling membelakangi harus diberi ruang, tidak boleh langsung menempel. Nah, ruang di antara deretan rumah ini disebut sebagai “branhang.” Branhang berguna sebagai tempat saluran air, juga mencegah kebakaran dari satu rumah merambat ke rumah lain. Branhang bisa menjadi jalur evakuasi warga kalau ada kebakaran atau bencana lain. Sekarang banyak dari branhang ini sudah hilang, baik karena dibuat bangunan atau dipagari oleh pemilik rumah. Tetapi masih ada juga contoh branhang yang bagus, yaitu di kompleks Kanayakan, Kebon Waru dan Jl. Gempol.

Apa yang Menarik di Sini?

Sudah pasti letaknya yang tersembunyi! Siapa sangka di belakang perumahan yang biasa kita lewati, ada jalan alternatif yang bisa nyambung ke mana-mana seperti ini? Khusus Kanayakan, kondisi branhangnya sungguh bagus: bersih, terawat dan banyak tanamannya. Suasana branhang Kanayakan mengingatkan saya pada perumahan di Jepang, dan memang kalau main di sini, rasanya seperti bukan di Bandung. Kalau branhang Kebon Waru, yang keren adalah warga setempat menghiasinya dengan taman-taman, and it’s a nice place to take some profile pictures! Hehehe.

Dengan hafal letak branhang di macam-macam tempat, bisa membantu memperpendek perjalanan kita-kita yang berjalan kaki atau bersepeda. Contohnya saja, kalau kita sedang di Gedung Sate dan mau jajan roti bakar di Jl. Gempol. Kalau lewat jalan biasa, kita harus memutar agak jauh lewat Jl. Sultan Tirtayasa. Tapi sebenarnya ada jalan tembus lewat branhang di sebelah BCA Jl. Banda, yang langsung keluar di dekat toko roti Gempol. Nah penghematan waktu dan tenaga kan? Tapi sekali lagi, branhang adalah hak istimewa pejalan kaki dan pesepeda. Jadi buat pengendara mobil dan motor, silakan memutar jauh-jauh J

Apa yang Bisa Dilakukan di Sini?

Jelajah jalur branhang alih-alih lewat jalan biasa – sedap! Suasananya tenang dan lebih aman untuk pejalan kaki maupun pesepeda, karena tak bisa dilewati mobil maupun motor. Coba juga jelajah malam hari, foto-foto, dan main petak umpet.

5.       Jalur Sepeda Tikus, Jl. Cisitu sampai Dago Bengkok

Apa Ini?

Bandung memang kota yang penuh jalan alternatif. Apa karena orang-orangnya kreatif ya, jadi tidak suka pakai jalan biasa? Ini adalah jalan pintas yang menembus sangat jauh dari Cisitu ke Dago Pojok, terus hingga ke Dago Bengkok. Jalannya bahkan dibuat dari semen, memanfaatkan ruang seadanya di antara rumah dan jurang. Biar begitu, warga sekitar sungguh-sungguh menggunakan jalan ini lho, dan mereka sangat hebat mengendalikan motor mereka!

Apa yang Menarik di Sini?

Buat yang suka adrenalin, nah ini dia tempat seru menegangkan buat bersepeda! Lebar jalannya tidak lebih dari setengah meter, padahal letak jalan ini agak tinggi di atas tanah. Kalau bersepeda dari Cisitu ke arah atas, di sebelah kiri jalan adalah lembah yang cukup dalam, bisa terguling delapan sampai sepuluh meter ke bawah, sedangkan di sebelah kanannya tembok tinggi. Jalannya pun tidak datar-datar saja, tetapi miring curam, berbelok-belok, menanjak, menurun. Bahkan berjalan kaki dengan sepatu yang solnya licin pun bisa agak menyeramkan di sini. Belum lagi kalau berpapasan dengan motor atau pesepeda lain, wah makin seru!

Lewat jalan ini, kita juga bisa main ke Curug Dago, sebuah air terjun di sekitar Dago atas. Di sana kita bisa melihat prasasti dengan tanda tangan seorang raja Thailand yang dulu pernah bekerja sama dengan bangsa kita.

Apa yang Bisa Dilakukan di Sini?

Bersepeda, tentu saja! Kalau bersepedannya malam hari, lebih menantang lagi.

 

So, what are you waiting for? Let’s discover our city!

Reviewed by Kandi Sekarwulan

Surveyed by Komunitas Sahabat Kota, Kandi Sekarwulan, Has Priahadena, Darmastyo W.S.

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

One comment

  1. wah, kalau ada foto-fotonya kayaknya bakal lebih “mengundang” nih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: