SELF DEFENSE: Bela Dirimu Sendiri!

Kalau lihat berita di TV, koran maupun internet akhir-akhir ini, rasanya jadi ngeri sendiri buat berkegiatan di luar rumah deh. Kejadian pemerkosaan di angkot lah, penodongan, penjambretan, pelecehan dan macam-macam lagi. Apalagi buat saya yang perempuan, pengguna kendaraan umum dan sering harus pulang malam, halah…

Tadinya saya masih santai, “Ah, itu kan di Jakarta. Di Bandung nggak ada ‘kali, Bandung mah masih aman.” Sampai teman saya cerita kalau di Bandung ternyata sudah ada kasus percobaan pemerkosaan di angkot, yang menimpa temannya sendiri. Dan selang beberapa waktu setelah itu, sempat kejadian juga dua hari berturut-turut saya dicegat kendaraan gak dikenal, padahal waktunya pun belum terlalu malam (sekitar jam 7). Langsung parno lah saya, kan.

Sempat terlintas juga, “Kalau Bandung udah gak aman ditinggali, apa saya pindah kota aja ya? Ke Solo, gitu, kotanya Pak Joko Widodo yang keren banget.”

Tapi dipikir-pikir lagi kok rasanya nggak adil, kenapa harus kita yang mengalah sama orang jahat? Kita sebagai warga kota kan hanya berkegiatan seperti umumnya manusia, terus kenapa kita yang jadi terteror gara-gara sekelompok orang nggak bertanggung jawab? Dan kalau dibiarkan tanpa dilawan, bukannya kejahatan itu bakal makin merajalela?

Kita sebagai warga kota harusnya juga bisa bikin kota lebih aman. Tapi, sebelumnya kita harus jadi lebih kuat dan punya kemampuan buat melawan kejahatan (berasa jadi superhero nggak sih).

Karena itu kami di Sahabat Kota, bekerja sama dengan teman-teman dari Unit Karate ITB, mengadakan lingkar belajar bertema “Self Defense” alias pertahanan diri. Kita sama-sama berlatih di Car Free Day Dago hari Minggu, 19 Februari 2012, dan ternyata seru banget! Ini dia beberapa ilmu yang bisa kami bagi untuk teman-teman sesama warga kota…

Bentuk pertahanan diri paling awal adalah pencegahan, artinya mengurangi resiko terkena bahaya. Misalnya dengan tetap waspada selama berada di jalanan. Berjalan di sisi dalam trotoar (yang dekat ke rumah-rumah, bukan yang dekat ke jalan), memilih angkot yang ramai dan penumpangnya beragam (hindari yang sepi, berkaca gelap dan penumpangnya laki-laki semua), tidak bepergian sendirian di malam hari, dsb.

Setelah mencegah, bentuk pertahanan diri yang paling aman adalah menghindar: LARI! Ini terutama berlaku buat orang seperti saya yang tak punya dasar keterampilan bela diri, artinya hampir pasti kalah telak kalau harus berkelahi. Peduli amat dibilang pengecut, toh kata pepatah juga, “pemberani yang mati tak ada gunanya.”

Nah, bagaimana kalau kita tiba-tiba diserang dan ditahan, sehingga tidak bisa langsung lari? Di Lingkar Belajar ini kita belajar beberapa cara efektif untuk meloloskan diri. Pada dasarnya, setiap orang punya titik lemah yang bisa kita manfaatkan untuk mementahkan serangan. Kita simak yuk…

Kalau pergelangan tanganmu dicengkeram seperti ini, pertama-tama kita harus lemaskan tangan. Semakin kita mengencangkan otot untuk melepaskan diri, cengkeraman malah jadi semakin kuat. Kalau kita melemaskan otot, ukuran tangan kita akan mengecil sedikit sehingga cengkeramannya jadi lebih longgar.

Langkah kedua, lepaskan tangan lewat bagian terlemah dari cengkeraman, yaitu ibu jari. Supaya tidak menyakiti diri sendiri, tarik tanganmu ke arah bahu.

Untuk para cewek nih.. kadang kalau lawannya jauh lebih kuat, kita butuh dua tangan untuk melepaskan diri. Caranya, dengan satu tangan yang bebas, tekan titik terlemah pada tangan, yaitu daging lunak di antara pangkal ibu jari dan telunjuk (lihat gambar). Tangan satu lagi digunakan untuk memuntir lengan lawan dan menyerang sikunya.

Sekarang, kalau penjahatnya berusaha mencekik kita, bagaimana cara untuk lolos? Prinsipnya sama saja, tubuh manusia itu punya kelemahan yang bisa kita manfaatkan. Kalau dicekik, kebanyakan reaksi orang adalah berusaha melepaskan tangan si penyerang dengan cara seperti ini.

Kalau kita lebih kuat dari si penyerang, cara ini bisa saja berhasil. Masalahnya, buat kita-kita yang cewek, sepertinya bakal kalah tenaga sama penyerang cowok. Apa yang bisa kita lakukan buat meloloskan diri?

Kata Jodi dari Unit Karate ITB, sekuat apapun orang, saat mencekik sebenarnya dia hanya pakai tenaga dari dua tangan. Kita punya peluang lebih besar untuk melepaskan diri kalau kita gunakan tenaga dari seluruh tubuh. Seperti ini gerakannya:

Ayunkan tangan untuk mematahkan serangan. Saat mengayun, gunakan juga berat badanmu untuk memberi tenaga lebih besar.

Oke! Jadi kita sudah tahu caranya melepaskan diri kalau dicengkeram dan dicekik. Tapi bagaimana kalau yang ditahan seluruh badan termasuk kedua tangan? Cara paling efektif untuk lolos adalah dari bawah. Melangkah ke depan, rendahkan tubuh, ayun kedua tangan ke atas untuk mengangkat tangan lawan. Begitu lepas, kita bisa langsung kabur.

Selain melepaskan diri dengan tangan kosong, sekarang ini banyak juga diedarkan “senjata” ringan untuk pertahanan diri, seperti pepperspray (semprotan merica) atau stun gun (alat penyetrum). Senjata tersebut bisa melumpuhkan penjahat selama beberapa saat, jadi kita punya waktu lebih banyak untuk melarikan diri. Eh, tapi kalau punya alat seperti ini, kita sendiri harus ekstra hati-hati saat membawa dan menggunakannya. Salah-salah kita sendiri yang kesetrum atau menghirup cairan pedas pepperspray.

Di Lingkar Belajar Self Defense kemarin, ternyata ada salah satu teman yang menjual pepperspray dan stun gun lho! Kalau tertarik untuk membeli, silakan langsung menghubungi:

Echot (Nomor HP: 08562300081, FB: esha pramitra, twitter @babahechot)
Nah, kalau sudah tahu cara mempertahankan diri, nggak perlu takut lagi berkegiatan di kota ya.. Yang penting tetap waspada dan berdoa. Go out there and defend yourself, yeah!

PS. Untuk yang tertarik belajar basic self-defense, silakan hubungi CP Sahabat Kota, Zia (08562033118).  Atau langsung ikut latihan karate bersama Unit Karate ITB (CP: Jodi 0818154449)

Dan silajkan baca link ini untuk tips-tips keamanan di kota: http://deasyelsara.wordpress.com/2012/01/24/jakarta-harus-aman-untuk-semua/

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: