“Menelusuri Lorong Pesan Rahasia”

“Petualang..!” “Siap…!”, jawab adik-adik dengan penuh semangat. Di pagi hari yang cerah itu 20 adik-adik Kidsventure Club dan 20 adik-adik dari Rumah Pelangi sangat antusias untuk mengikuti Kidsventure ‘Menelusuri Lorong Pesan Rahasia’. Adik-adik berkumpul di dekat patung badak putih di Balai Kota Bandung sejak pagi hari. Kakak-kakak pun membagi mereka dalam beberapa kelompok. Setelah adik-adik berkumpul dengan kelompoknya masing-masing mereka diberi buku petualang dan Idcard. Mereka pun berkenalan satu sama lain dengan teman-teman sekelompoknya dan menentukan nama kelompok juga membuat yel-yel kelompok sekreatif mungkin.

IMG_1571

Setelah berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing, adik-adik berbaris dengan rapi dan siap untuk mendengarkan penuturan dari Kak Tika dan Kak Manda. Mengapa judul Kidsventure bulan Februari ini ‘Menelusuri lorong Pesan Rahasia’? Apa yang akan kita lakukan? Hmm.. ternyata banyak adik-adik yang penasaran dengan kegiatan Jelajah Kota bulan ini. Mari kita dengarkan dongengnya! Pada zaman dahulu, ada seorang putri penjaga sungai yang bernama putri Lumi dan seorang pangeran penjaga kota bernama pangeran Mesto. Konon ceritanya, putri Lumi dan pangeran Mesto sedang marah besar pada penduduk kota, karena penduduk kota tidak menjaga sungai dan kota nya dengan baik.  Kota dan sungai saat ini menjadi kotor, penuh sampah dan polusi.

Oh begitu.. jadi pada petualangan ini adik-adik akan menelusuri sebuah lorong yang dipenuhi oleh pesan-pesan rahasia untuk kota. Selain mengartikan pesan-pesan rahasia tersebut dan bertemu dengan para pembuat pesan rahasia, adik-adik juga akan menyampaikan pesan-pesannya untuk kota. Sebelum pergi untuk menjelajahi lorong tersebut, adik-adik menuliskan pesan-pesan untuk kota pada secarik kertas.

Image

Image

Image

Setelah siap, mereka pun diberikan lima misi jelajah untuk mencapai tempat yang dituju. Misi pertama ialah menemukan pintu egois. Setelah mereka berjalan menelusuri gang di daerah Babakan Ciamis, akhirnya mereka menemukan misi pertama. Ternyata, pintu egois itu ialah pintu kecil yang ada di salah satu rumah warga. Pintu itu memang  egois dan unik, untuk mencapainya kita harus menaiki tangga sempit yang hanya bisa digunakan oleh satu orang. Misi kedua yaitu menemukan kubah merah. Adik-adik berjalan menelusuri gang tersebut, dipertengahan perjalanan mereka melihat kubah merah sekaligus menemukan misi ketiga yang jaraknya berdekatan, yaitu menemukan patung Budha berwarna emas. Selanjutnya yaitu misi keempat, menguak pesan-pesan rahasia. Akhirnya, adik-adik melihat pesan-pesan rahasia melalui media mural painting yang begitu indah. Mereka sangat antusias menginterpretasikan pesan –pesan dibalik karya lukisan mural sepanjang gang daerah Babakan Ciamis.

IMG_1797

Ada salah satu mural painting yang penuh dengan gambar bunga. Adik-adik menginterpretasikan, bahwa si pembuat pesan rahasia ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat kota agar tetap menjaga keindahan kota. Wow penalaran yang luar biasa dan kreatif! Selanjutnya adik-adik harus menemukan misi ke lima. Misinya ialah menemukan Tanjung Putri Lumi. Akhirnya adik-adik menemukan sebuah tempat persinggahan berupa saung di pinggir sungai Cikapundung. Di tempat ini mereka bertemu dengan pembuat pesan rahasia. Ternyata, pesan-pesan yang berbentuk mural painting sepanjang gang di daerah Babakan Ciamis dikelola oleh sekumpulan seniman yang peduli dengan isu-isu kota Bandung. Mereka menyuarakan opini dan kritiknya melalui mural painting. Penggerak sekaligus pelopor komunitas ini ialah Pak Iwan, beliau mendirikan Institut Babakan Ciamis atas dasar kepedulian dan kepekaannya terhadap lingkungan Babakan Ciamis dan kota Bandung pada umumnya. Aksi positif Pak Iwan dan kawan-kawan sangat didukung oleh warga Babakan Ciamis, akhirnya mereka mendirikan saung untuk tempat singgah Pak Iwan dan kawan-kawan. Saung ini sebuah tempat singgah sederhana yang mutifungsional, selain sebagai tempat berkumpulnya Pak Iwan dan kawan-kawan saung ini juga menjadi taman bacaan sederhana.

Setelah berkenalan dengan para pembuat pesan rahasia, adik-adik berkumpul di pinggir sungai Cikapundung. Mereka siap untuk menyampaikan pesan-pesan yang tadi sudah mereka tulis pada secarik kertas kepada putri Lumi, sang penjaga sungai. Pesan-pesan tersebut ditempelkan pada sebuah perahu kertas dan akhirnya dihanyutkan ke sungai. Walaupun terik matahari menyinari daerah Babakan Ciamis pada saat itu, tapi adik-adik tetap bersemangat untuk mengikuti kegiatan berikutnya.

IMG_2069

Selanjutnya adik-adik membuat pesan untuk kota dengan media mural painting. Pak Iwan dan kawan-kawan menyediakan tembok kosong berukuran 8×2 meter untuk adik-adik gambar. Sebelum melukis dinding, adik-adik beristirahat dahulu dan menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk mural painting. Antusiasme dan kreatifitas adik-adik semakin memuncak. Ada salah satu gambar yang menarik, Oris menggambar mobil yang didalamnya ada orang yang membuang sampah sembarangan sedangkan pada gambar mobil lain tidak ada orang yang membuang sampah. Oris ingin menyampaikan pesan bahwa manusia jangan membuang sampah sembarangan. Selain itu ada gambar menarik oleh Akmal, ia menggambar ikan paus yang menemukan sampah dan menguburnya. Gambar itu mengartikan bahwa hewan juga benci perbuatan manusia yang sering membuang limbah ke laut. Semua gambar adik-adik luar biasa dan memiliki pesan masing-masing.

IMG_2125

Setelah bermain dengan cat dan kuas, adik-adik mempresentasikan gambarannya perkelompok. Banyak ide-ide cemerlang yang mereka ekspresikan melalui mural painting. Selanjutnya adik-adik dan kakak pendamping pulang menuju Balai Kota. Disana adik-adik mengisi lembar evaluasi dan berbagi cerita tentang petualangan hari ini kepada kakak pendampingnya. Petualangan hari ini sangat berkesan bagi adik-adik maupun kakak pendamping karena kegiatan kali ini meningkatkan kepekaan dan kepedulian kita tentang lingkungan dan masalah-masalah kota.

IMG_2188

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: