Kidsventure Club : “Menyelidiki Kisah Dibalik Kemerdekaan”

Pagi yang cerah seperti menyambut semangat adik-adik untuk berkegiatan dihari Sabtu 24 Agustus 2013. Beberapa adik asik berlari lari di depan kediaman dinas gubernur Jawa Barat, sebagian lagi asik mengisi perut mereka dengan crakers, sementara menunggu teman-teman lain yang masih dalam perjalanan. Hari ini sedikit berbeda dengan penjelajahan sebelumnya, kami tidak akan membuat sebuah karya seperti keramik atau kamera, kami pun tak akan melihat orang membuat karya seperti sepatu atau donat. Tapi ini tak kalah seru, karena kami akan mengunjungi beberapa orang yang telah membantu kebebasan kita untuk berkarya, mereka lah yang membantu kita hingga bisa memiliki kebebasan, freedom! Merdeka!!!

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya formasi adik-adik lengkap! Horeeee!!! Ada 38 adik yang siap bertualang hari ini, sebagian berasal dari SD Al Hidayah dan sebagian lagi wajah-wajah familiar yg setia dengan “KidsventureClub”. Dan sudah ada Kak Asep yang bertugas memberikan misi pertama,

Picture 3

“Penjelajaahhh!!! Ayo bersemangat! Tapi, sebelum kita menjelajah, Kak Asep punya tugas untuk kalian semua, yaitu mencari Kak Putri di sebuah mesjid dekat sini. Kalian siap?”

“Siaapppppp!!!”, serentak adik-adik menyerukan semangat mereka dan kelompok paling keras suaranya boleh jalan duluan, disusul dengan kelompok lainnya.

Tak lama berjalan, adik-adik menemukan Kak Putri di sebuah mesjid sebelah pabrik es, “Yeee Kak Putri nya ketemu!”. Setelah ke empat kelompok berkumpul dan berbaris rapi, Kak Putri memberikan misi selanjutnya, mereka harus membuat nama kelompok dan yel yel. Ahh biasa, adik-adik sudah fasih kalau soal ini. Eitss, tapi ada 1 misi lagi! Mereka harus membuat sebuah surat ucapan terimakasih yang akan diberikan kepada para veteran. Veteran? Iya! Orang yang telah membantu kebebasan kita untuk berkarya, mereka lah yang membantu kita hingga bisa memiliki kebebasan, freedom! Merdeka!!! Para pejuang kemerdekaan ini sekarang disebut pejuang veteran dan hari ini adik-adik akan mengunjungi mereka semua. Mendebarkan bisa bertemu dengan para pejuang gagah berani yang melawan penjajah hingga Indonesia merdeka.

Waktu 15 menit yang Kak Putri berikan pun habis, adik-adik sudah siap dengan surat mereka ditangan dan suara mereka untuk menunjukan yel yel pada kelompok yang lain. Ada kelompok Veteran Cilik, Pejuang Merah Putih, Veteran Junior dan Bambu Runcing.

“Bambu Runcing!!! Serbu… Serbu… Serbu!!! Bambu Runcing!!! Serang… Serang… Serang!!!” salah satu kelompok menampilkan yel mereka tanda siap melanjutkan penjelajahan.

Di misi selanjutnya, adik-adik dibekali sebuah peta menuju Markas Veteran, selama perjalanan mereka diminta untuk menghitung jumlah bendera yang terpasang dirumah warga, jumlah yang mereka hitung akan dilaporkan pada Kak Asep yang berdiri dengan gagah di check point dan akan ditukarkan dengan bendera kecil yang harus mereka kibar kibarkan sampai menemukan Markas Veteran.

Matahari mulai meninggi seiring dengan semangat adik-adik yang juga semakin tinggi, sepertinya mereka tak sabaran untuk bertemu dengan para pejuang veteran. Setelah melalui perjalanan selama 15 menit, akhirnya mereka tiba disebuah bangunan peninggalan belanda berwarna hijau. Di pintu depan sudah berkumpul kakek berseragam serupa dengan warna bangunan mengenakan peci kuning dengan lencana berbaris di seragam mereka. Ada pula nenek berbaju batik dan juga peci kuning yg tersenyum manis pada kami. Hati kami berdebar, jadi mereka, para pejuang yang telah dengan gagah berani mengusir para penjajah dari tanah Indonesia yang kaya. Adik-adik terpukau melihat kakek nenek ini masih gagah. Kami pun disambut dengan lagu Halo Halo Bandung, serentak adik-adik dan kakak ikut bernyanyi bersama, senangnyaaa!!!

Setelah perkenalan dan unjuk yel yel kelompok, adik-adik dibawa ke lantai dua gedung tersebut, diikuti oleh para pejuang veteran lainnya. Di lantai atas, kami beramah tamah dengan tuan rumah. Kakek Sudirman selaku ketua Legiun Veteran Republik Indonesia Jawa Barat bercerita sedikit tentang para veteran dan perjuangan mereka di masa lalu. Kakek Sudirman membawa sebuah kertas berisi puisi dan meminta seorang adik dan kakak untuk membacakan puisi tersebut, Nira dan Kak Debby lah yg kedepan. Dengan penghayatan yang sangat baik, Kakek Sudirman pun berkaca kaca mendengarkan puisi tersebut. Sebagai ucapan terimakasih, Kakek Sudirman secara simbolis memberikan bambu runcing dengan bendera merah putih kepada perwakilan kelompok “Ini senjata yang dulu digunakan para pejuang”, Cerita kakek Sudirman. Adik-adik bersorak sorai gembira!

Acara berlanjut dengan lomba 17-an, setiap kelompok sudah siap dengan perwakilan masing masing. Ada lomba makan kerupuk, memasukan spidol kedalam botol, estafet karet dengan sedotan dan terakhir lomaba baris berbaris yang jurinya para veteran sendiri! Waaaww…. Oh iya, sebelumnya adik-adik memberikan surat terimakasih yang telah mereka buat untuk para veteran, sampai minta tanda tangan segala loh, lucunyaaa… Para veteran merasa tersanjung dan dengan senang hati menandatangini buku jelajah mereka, terimakasih kakek nenek.

Picture 1

Waktu terasa cepat berlalu, ini saatnya adik-adik berpamitan. Tak lupa kakek Sudirman menyelipkan sedikit pesan untuk kami semua, intinya harus belajar yang rajin, meneruskan perjuangan tidak harus dengan bambu runcing cukup menjadi anak-anak yang pintar dan rajin, akan membantu bangsa Indonesia untuk tetap merdeka dan terhindar dari segala macam penjajahan. Nasihat ini pasti akan selalu diingat oleh adik-adik sampai mereka dewasa. Kakek nenek veteran pun berdiri untukbersalaman dengan kami semua. Terimakasih kakek nenek veteran. Terimakasih untuk menjadikan bangsa ini merdeka. Terimakasih untuk keringatmu yang bercucuran saat mengusir para penjajah. Terimakasih untuk menanamkan semangat juang yang akan terus kami kibarkan selama-lamanya. Merdeka!!!

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: