TAMAN BADA’AN: RUANG PUBLIK RAMAH ANAK!

Ingin tahu seperti apa yang namanya ruang ramah anak?

Seorang sahabat kami menemukan contohnya saat sedang jalan-jalan di kota Magelang. Ini dia kisahnya tentang Taman Bada’an, sebuah harta tersembunyi di negara kita.

Taman Bada’an adalah taman kota yang terletak di jalan Pahlawan, Magelang. Taman ini mendapatkan namanya dari patung Badak yang terdapat di sana. Saat ini Taman Bada’an menjadi taman yang kental dengan tema anak-anak karena banyaknya sarana bermain di sana.

Sedikit berbeda dengan Taman Lalu Lintas di Bandung, Taman Bada’an masih termasuk kategori ruang publik karena orang yang datang ke sana tidak ditarik biaya masuk. Ini berarti siapapun bisa datang dan bermain di sana, baik punya uang maupun tidak, sehingga taman ini menjadi ruang inklusif (terbuka untuk semua orang tanpa terkecuali). Hal ini tentunya sangat menarik untuk anak-anak yang biasanya tak punya banyak uang saku!

Ketika saya berkunjung Taman Badaan akhir Mei lalu, keadaannya sangat hidup. Berbagai permainan anak ada di sini: ada yang memang fasilitas taman (patung binatang, ayunan, panjat-panjatan) maupun inisiatif warga (kolam pancing, mobil-mobilan, lapak mainan). Pengunjungnya kebanyakan keluarga dengan anak-anak masih kecil, tetapi yang paling asyik waktu saya menemukan tiga anak usia SD bermain di sana tanpa ada orang tua. Ini berarti taman tersebut cukup aman untuk anak-anak bermain tanpa pengawasan, dan itu adalah salah satu persyaratan ruang ramah anak 😀

Picture 3


Di taman inipun saya menemui beberapa keluarga yang bermain bersama anaknya. Tidak hanya mengawasi anak dari jauh atau menitipkan anak ke pengasuh, para orang tua ini turun tangan langsung dalam mendampingi anak. That’s also a good thing! Karena pendidikan awal anak merupakan tanggung jawab orang tua, keberadaan ruang seperti Taman Bada’an ini dapat membantu mereka melaksanakan kewajiban sebagai pendidik.

Picture 4

Picture 1

Sekilas pengamatan saya, ternyata terdapat interaksi juga antar keluarga yang datang ke taman. Walaupun tidak saling mengenal, karena anak mereka bermain bersama, akhirnya orang tuanya pun jadi mengobrol. Terbukti bahwa ruang publik menjadi sarana berkembangnya kerekatan sosial (aduh bahasanyaa..), dengan kata lain ruang-ruang seperti Taman Badaan memungkinkan warga kota menambah kenalan dan teman baru tanpa melihat perbedaan latar belakang sosial/ekonominya.

Picture 2

Kalau kita merujuk kembali ke UU Perlindungan Anak 23/2002 dan peraturan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, berikut ini adalah beberapa hak anak yang dapat terpenuhi dengan adanya Taman Bada’an:

–       Anak dapat bertemu dan bermain bersama teman-temannya

–       Anak aman bepergian di taman ini

–       Merupakan ruang hijau dan pohon-pohonnya berfungsi membersihkan udara

–       Karena tidak ada biaya masuk, semua orang bisa mengakses taman

–       Menjadi sarana berkegiatan dan quality time bersama keluarga (membantu orang tua melaksanakan kewajiban orang tua untuk mengasuh dan mendidik anak, pasal 26)

Berbeda dengan sangkaan kebanyakan orang, perkembangan ruang ramah anak ini sebenarnya tidak membutuhkan modal besar. Hanya sebuah taman, dipasangi patung badak dan sarana permainan anak, lalu berkembang dengan sendirinya oleh inisiatif warga. Saya tidak tahu apakah inisiatif ini mendapat restu pemerintah kota atau tidak – waktu kunjungan yang singkat tidak memungkinkan saya untuk kroscek. Andai saya jadi pemerintah kota Magelang, dengan senang hati akan saya fasilitasi!

Seperti biasa pikiran saya tidak bisa diam kalau melihat hal bagus seperti Taman Bada’an, ide-ide langsung bermunculan di kepala. Saya terpikir, dengan sedikit tambahan aktivasi, Taman Bada’an dapat memenuhi lebih jauh hak anak atas kota:

–       Diadakan kegiatan seni-budaya rutin untuk anak, misal perpustakaan keliling, Minggu mendongeng, anak sumbang ide kegiatan à hak partisipasi kegiatan sosial-budaya

–       Pembangunan sarana keran minum dan WC umum à hak anak atas sarana kesehatan/sanitasi dasar

–       Pengembangan fasilitas permainan, melibatkan anak dalam proses merancang dan membangunnya à hak untuk didengar pendapatnya & dipertimbangkan kepentingannya, hak berperan aktif dalam masyarakat

Sekian laporan saya dari Magelang… tunggu cerita kota selanjutnya yah sahabat!

(Kandi Sekarwulan, dari berbagai sumber)

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: