Kota Ramah Anak, Apa Itu?

“Children should be able to play in their local areas.”

Siapa yang waktu kecil pernah dimarahi karena kebanyakan bermain? Saya rasa kebanyakan dari kita pernah merasakannya. Dulu bermain dianggap sebagai kegiatan yang tidak berguna. Oh, kalau saja orang tua kita tahu betapa penting sesungguhnya bermain bagi anak-anak!

Bermain adalah cara anak-anak untuk mengenal lingkungan sekitar, mengembangkan kemampuan bersosialisasi, mengasah nalar dan rasa, juga mengembangkan keterampilan fisik. Saya banyak menemui kawan yang sangat kreatif dan berkarakter baik, ternyata di masa kecil mereka sangat suka bermain – menjelajah, membuat mainan sendiri, bermain bersama teman-teman, kotor-kotoran lalu dimarahi waktu pulang – bermain yang semacam itu lah.

Pentingnya bermain dalam perkembangan anak ini bahkan diakui oleh kenalan saya yang psikolog dari perguruan tinggi terkenal di Bandung. Katanya, “bermain bagi anak-anak itu seperti bekerja bagi orang dewasa. Kalau orang dewasa bekerja 8 jam sehari, maka sebanyak itulah anak perlu bermain.” Wow!

Tidak hanya dari segi keilmuan, dari segi hukum pun ternyata hal ini sudah diakui. Buktinya undang-undang perlindungan anak (UUPA) no 23/2002 pasal 11 menegaskan bahwa anak-anak punya hak untuk “kegiatan rekreasi dan bermain untuk pengembangan diri.”

Nah, mengingat pentingnya bermain bagi anak-anak, keberadaan lingkungan yang nyaman, ramah dan aman untuk anak menjadi sangat penting. Di mana lagi anak-anak bermain kalau bukan di lingkungan sekitarnya sendiri? Kalau di sekitar anak tidak ada tempat atau sarana untuk mereka bermain, artinya sama saja kita tidak memenuhi hak anak. Pemikiran ini tampaknya mendasarI munculnya peraturan tentang kota ramah anak, yang dikeluarkan oleh UNICEF dan diterjemahkan ke konteks nasional oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kota ramah anak adalah kota yang menjamin hak-hak anak sebagai warga kota. Menurut Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hak anak sebagai warga kota adalah:

1.     Keputusannya mempengaruhi kotanya;

2.     mengekspresikan pendapat mereka tentang kota yang mereka inginkan;

3.     dapat berperan serta dalam kehidupan keluarga, komuniti, dan sosial;

4.     menerima pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan;

5.     mendapatkan air minum segar dan mempunyai akses terhadap sanitasi yang baik;

6.     terlindungi dari eksploitasi, kekejaman, dan perlakuan salah;

7.     aman berjalan di jalan;

8.     bertemu dan bermain dengan temannya;

9.     mempunyai ruang hijau untuk tanaman dan hewan;

10.  hidup di lingkungan yang bebas polusi;

11.  berperan serta dalam kegiatan budaya dan sosial; dan

12.  setiap warga secara seimbang dapat mengakses setiap pelayanan, tanpa memperhatikan suku bangsa, agama, kekayaan, gender, kecacatan

Nah sahabat, setelah membaca peraturan tersebut, apakah menurutmu kotamu sudah ramah anak? (Kandi Sekarwulan, dari berbagai sumber)

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: