Cerita Mencari Jejak Sepatu Yang Hilang. (Kidsventure #1)

kakak dan adik-adiknya sedang sibuk bermain. Yap, itulah kakak-kakak Sahabat Kota dan adik-adik penjelajahnya yang siap kembali beraksi!  

Petualangan hari itu dimulai dengan kabar sedih dari seorang kakak Sahabat Kota. Hm, memang ada yang  janggal sewaktu Kak Tika memimpin para penjelajah bersiap pagi itu. Selain terlihat sedih, tampaknya Kak Tika sendiri belum siap untuk berangkat berpetualang. Coba lihat, Kak Tika cuma memakai sepatu sebelah!

2 1

“Iya, Adik-adik,  satu sepatu Kakak kabur semalam,” jelas Kak Tika. “Dia kabur ke tempat kelahirannya karena kesal tidak diurus dengan baik oleh Kakak,” tambahnya. Hah, masa sepatu bisa kabur? Tuh, adik-adik penjelajah juga tampak tidak percaya. Untuk membuktikan ceritanya, Kak Tika pun menunjukkan surat yang ditinggalkan oleh sepatunya yang pergi.

“Bagaimana? Apa adik-adik siap membantu mencari sepatu Kakak?” tanya Kak Tika kemudian. Para adik penjelajah dengan lantangnya menjawab, “SIAP!”

Yak, petualangan hari itu pun dimulai!

 3 4

Dengan menggunakan dua angkot merah, adik-adik penjelajah berangkat melakukan pencarian ke tempat kelahiran sepatu Kak Tika. Jadi ternyata, sepatu Kak Tika lahir di pusat pembuatan sepatu Bandung, yaitu di suatu daerah yang bernama Cibaduyut. Apakah kamu tahu dimana itu?

6

 Pemberhentian pertama dalam misi pencarian para penjelajah adalah Balai Besar Sepatu Cibaduyut. Di sana mereka mendapatkan fakta yang menarik dari Kak Letto. Ternyata,  sepatu-sepatu yang berasal dari Cibaduyut pun juga ada yang suka bertualang seperti mereka! Sepatu-sepatu itu terbang jauh ke berbagai negara, seperti Jepang dan Amerika, untuk bertemu dengan pemiliknya. Wah, seperti apa ya sepatu-sepatu petualang itu?

7

5

Adik-adik penjelajah pun kemudian diminta untuk menggambar sepatu imajinasi versi mereka. Tapi sebelumnya, mereka perlu saling menolong dengan temannya untuk  mencetak ukuran yang tepat tiap-tiap kakinya.  Lihat betapa sungguh-sungguhnya mereka saling menolong. Setelah mendapatkan cetakan gambar kakinya masing-masing, dengan tekunnya, para penjelajah pun menyelesaikan rancangan sepatu imajinasi mereka.    

 Lalu, para penjelajah kembali melanjutkan misi pencarian sepatu Kak Tika. Mereka menelusuri jalan-jalan di sekitar area pertokoan Cibaduyut, sesuai dengan jalur peta petunjuk yang mereka dapatkan. Hebatnya, para penjelajah tidak lupa, walaupun misi mereka penting adalah lebih utama untuk selalu menjaga temannya dan bersikap sopan pada penduduk sekitar.

Akhirnya, setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, adik-adik penjelajah sampai pada tujuan terakhir misi mereka: tempat kelahiran sepatu Kak Tika. Di sinilah mereka bertemu dengan Pak Lily, seorang pembuat sepatu. Tanpa sungkan, Pak Lily menjelaskan kepada para penjelajah cara-cara  bagaimana sebenarnya sepatu itu dibuat. Berawal dari pembuatan pola sampai tahap finishing. Semua tahap harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan sepatu yang nyaman dan indah dipakai. Ternyata rumit juga ya. Tapi untuk Pak Lily hal ini sudah biasa dilakukan. Bayangkan, beliau dalam sehari dapat membuat 40 pasang sepatu! 

Misi pencarian para penjelajah pun berakhir! Eh tapi, tunggu dulu, dimana ya sepatu Kak Tika? Akhir cerita, sepatu Kak Tika ditemukan sedang  menggantung di salah satu dinding rumah Pak Lily. Hore! Dijaga baik-baik ya Kak sepatunya, supaya tidak kabur lagi.  “SIAP! Terima kasih ya, Adik-adik,” jawab Kak Tika.

 8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: