Cerita Menjelajah Bersama Liliput Kapturerus (Kidsventure 5)

Menjelajah Bersama Liliput Kapturerus

19 Mei 2013

                  Holaa! Mari berkumpul di Taman Tongkeng! Hari ini adik-adik akan menjelajah ke negeri lubang jarum. Apakah ada yang tahu apa itu negeri lubang jarum? Negeri lubang jarum adalah tempat tinggal para liliput  yang bernama Suku Kapturerus. Suku Kapturerus hanya bisa melihat dunia dibalik lubang jarum. Mereka ingin sekali melihat dunia yang lebih luas.  Mereka meminta bantuan para penjelajah untuk melihat dunia. Ada yang bersedia membantu Suku Kapturerus? “Aku..!”, jawab adik-adik penjelajah dengan penuh semangat. Ssstt.. sebelumnya adik-adik harus menyebutkan mantra yang bisa membawa mereka keluar ke dunia nyata. Ayo sebutkan mantranya agar bisa bertemu dengan Suku Kapturerus, “Kapti kapti kapturare kapata kapturerus!”.

Kakak-kakak dari komunitas PinholeBDG pun keluar dan memperkenalkan diri kepada adik-adik penjelajah. Kakak-kakak tersebut adalah para penggemar kamera tanpa lensa (kamera lubang jarum). Oh.. jadi Suku Kapturerus itu ialah kakak-kakak dari PinholeBDG. Nah, kali ini adik-adik akan belajar membuat kamera lubang jarum bersama kakak-kakak dari PinholeBDG. Seperti biasa, sebelum berjelajah adik-adik akan bergabung bersama kelompok dan kakak pendamping juga tak lupa untuk membaca Papan Janji Penjelajah. Selain itu, adik-adik membuat yel-yel kelompok bersama teman sekelompoknya dengan kreatifitas dan kekompakan kelompok.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, membuat kamera lubang jarum! Yeay! Bahan-bahan yang diperlukan yaitu, kertas karton, spidol, dan kaleng bekas. Pembuatan kamera  pinhole ini dibimbing oleh kakak-kakak dari PinholeBDG. Adik-adik harus mengembangkan kreatifitas dan kerjasamanya dengan teman-teman satu kelompok agar dapat membuat kamera pinhole yang bagus. Setelah selesai, para penjelajah mendapat instruksi untuk memenuhi misi Suku Kaptuterus. Inilah misinya: 1. Aku ingin tahu seperti apa bentuk hotel di ujung Indonesia, 2. Aku ingin tahu buah-buahan yang manusia makan, 3. Aku ingin tahu seperti apa pohon jeruk itu, 4. Aku ingin tahu gerbang pasar, 5. Aku ingin tahu situasi pasar yang kalian sukai, 6. Aku ingin tahu bagaimana manusia mengolah kelapa, 7. Aku ingin tahu toko favorit kalian di pasar, 8. Aku ingin tahu bentuk alat pemotong daging, 9. Aku ingin kalian berfoto dengan pedagang di pasar. Wah banyak sekali misinya, apakah penjelajah siap? “Siap!…”, jawab adik-adik penjelajah. Mereka bersemangat dan bersiap menjelajahi Pasar Cihapit. Siapkan kameramu, penjelajah! Klik! 😀

Adik-adik penjelajah bekerjasama dengan teman satu kelompok untuk memenuhi sembilan misi Suku Kapturerus tersebut. Mereka menyusuri Pasar Cihapit sambil mencari objek foto yang sesuai dengan sembilan misi tersebut. Setelah kurang lebih satu jam berada disana, adik-adik kembali ke Taman Tongkeng untuk beristirahat dan melihat hasil foto mereka.

Waktunya melihat hasil foto! Adik-adik bersama kelompoknya saling bergantian  develop foto dari kamera pinhole (kamera lubang jarum) di kamar gelap. Sebagian kelompok yang menunggu giliran, merefleksikan kegiatan yang telah dilalui dan mengungkapkan  ide kreatif mereka pada lembar evaluasi. Adik-adik pun nampak senang dan bangga dapat menghasilkan foto sendiri. It’s gallery time! Waktunya adik-adik menceritakan kembali gambar-gambar yang telah di ambil menggunakan kamera pinhole. Penjelajahan kali ini sungguh seru dan menyenangkan,  adik-adik mendapat ilmu dan pengalaman baru. Ingin bergabung bersama adik-adik penjelajah? Kami tunggu di program Kidsventure berikutnya ya!  🙂

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: