Cerita Menjelajah Prajurit Keramikos (Kidsventure #3)

Menjelajah Bersama Prajurit Keramikos

Sabtu, 30 Maret 2013

Pada pagi hari yang cerah, 35 adik-adik dari Kidsventure Club dan rumah Pintar berkumpul di Kerajaan Bermain Taman Tongkeng yang terlihat lebih hijau karena telah dibuatkan kebun oleh adik-adik tiga minggu yang lalu. Mereka siap untuk menjelajah bersama Prajurit Keramikos.

Siapakah Prajurit Keramikos itu? Prajurit Keramikos adalah prajurit pemberani dan memiliki tugas yang sangat mulia. Perjalannya untuk menjadi seorang prajurit tidaklah mudah, ia berasal dari tanah olahan lalu dijemur dibawah terik matahari. Setelah itu ia dimasukkan kedalam ‘gua panas’.

Wah adik-adik semakin penasaran dengan kegiatan yang akan mereka lakukan hari ini. Merekapun dibagi menjadi empat kelompok penjelajah. Kelompok yang paling berani menampilkan yel-yelnya didepan seluruh penjelajah akan mendapat peta jelajah lebih awal dan diperbolehkan untuk memulai penjelajahan. Kelompok yang mendapatkan kesempatan emas itu ialah kelompok Merah Putih.

DSC05308

Petualang…Siap…! Adik-adik bersama kakak pendamping memulai penjelajahan dihari itu. Pos pertama yang harus mereka temukan ialah halaman toko yang berwarna hitam. Selain itu mereka juga harus melalui dua belas pohon yang tidak bisa dipeluk. Sepanjang jalan menuju pos 1 , adik-adik mencoba memeluk semua pohon yang mereka lewati dan akhirnya mereka telah melalui dua belas pohon besar yang tidak bisa dipeluk. Pos 1 berada di depan toko Black Market, disana mereka bertemu dengan Kak Novi. Adik-adik harus bisa menyusun puzzle definisi keramik “keramik adalah zat padat selain logam yang terbuat dari bahan baku alam”. Setelah berhasil menyusun puzzle bersama mereka diperbolehkan untuk menempelkan stiker Black Market pada buku jelajah. Mereka mendapat petunjuk berupa stiker yang bergambar bebek berwarna merah.

Adik-adik bersama kakak pendamping berjalan menuju pos kedua, ternyata posnya berada tepat diseberang restauran Bebek Garang. Di pos 2 adik-adik bertemu dengan Kak Manda, disana mereka diperlihatkan gambar benda-benda yang terbuat dari keramik yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Adik-adik diperbolehkan menggambar contoh benda-benda lain pada papan tulis. Setelah mereka mengetahui contoh benda-benda yang terbuat dari keramik, mereka diperbolehkan untuk menempel stiker bergambar bebek merah pada buku jelajah mereka. Selanjutnya, mereka mendapat stiker bergambar air mancur dan tunas kelapa.

Pos 3 berada di taman pramuka yang disana ada air mancur juga patung tunas kelapa yang ukurannya cukup besar. Pada pos ini mereka bertemu dengan Kak Atu, Kak Tika, dan Kak Asep. Adik-adik mendapat penjelasan mengenai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat keramik.

Bahan keramik kebanyakan berasal dari tanah liat, kaolin, dan kuarsa yang tergolong kedalam sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga adik-adik dihimbau untuk menggunakan bahan keramik secara bijak. Pasir kuarsa terbentuk dari pelapukan bebatuan yang hanyuk lalu mengendap di daerah sekitar sungai, pantai, dan danau. Pasir kuarsa banyak terdapat di Banda Aceh, Bangka Belitung, dan Bengkulu. Cadangan pasir kuarsa terbesar terdapat di Sumatera Barat, potensi lain terdapat di Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Pulau Bangka Belitung. Kaolin terbentuk dari pelapukan batu granit. Batuan ini banyak terdapat di daerah sekitar pegunungan di Sumatera. Kaolin banyak dipakai sebagai bahan pengisi (filter), pelapis (coater), barang-barang tahan api dan isolator. Kaolin juga dipakai pada proses pembuatan keramik, obat, melapisi kertas, sebagao bahan tambahan makanan, odol, sebagai bahan menyebarkan sinar bola pada lampu pijaragar berwarna putih, serta sebagai bahan kosmetik.

Setelah mengetahui asal usul bahan dan daerah sumbernya, adik-adik diminta untuk meperlihatkan daerah-daerah penghasil kuarsa, kaolin, dan lainnya pada peta Indonesia. Adik-adik menyimpulkan bahwa pendistribusian bahan pembuat keramik itu sangat jauh. Hal ini membuat mereka berpikir bahwa sebaiknya keramik itu digunakan dengan baik dan dijaga agar tidak rusak dan pecah. Setelah kegiatan di pos 3 selesai mereka diperbolehkan untuk menempelkan stiker bergambar air mancur dan tunas kelapa pada buku jelajah masing-masing.

Sebelum melanjutkan penjelajahan ke studio keramik, adik-adik dan kakak pendamping beristirahat sejenak di taman pramuka tersebut dan berbagi pengalaman yang sudah mereka dapat dari pagi hingga siang itu. Setelah semuanya siap mereka berjalan menuju Elina Ceramic Studio di jalan Taman Pramuka No. 181.

Sesampainya di studio keramik tersebut, adik-adik disambut dengan hangat oleh Ibu Elina dan Pak Alfonso. Mereka pun diajak untuk memasuki ruangan pameran keramik juga ruangan produksi keramik. Satu persatu kelompok penjelajah diperbolehkan melihat proses produksi dan bertanya kepada para pekerja disana juga Pak Alfonso. Sedangkan Ibu Elina menjelaskan beberapa cara mebuat benda keramik kepada kelompok yang sedang menunggu. Cara pembuatan keramik secara sederhana ada tiga, yaitu secara bebas, dipilin, ditekan, dan dicetak.

DSC05315 DSC05316

Selanjutnya ialah sesi yang paling ditunggu adik-adik, mereka bebas membuat kerajianan keramik yang akan mereka bawa pulang ke rumah masing-masing. Ibu Elina dan Pak Alfonso menyediakan bahan keramik (stoneware) serta alat sederhana untuk membuat kerajinan keramik. Ada yang membuat boneka salju, vas bunga, asbak,  piring, dan lainnya. Mereka sangat menikmati penjelajahan pada bulan Maret ini. Semoga pesan dan pengalaman yang telah adik-adik dapat, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. dan mereka memahami makna menjaga keramik dari kerusakan.

Advertisements

About sahabat kota

Sahabat Kota adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama kaum muda lokal untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota. Pada tahun 2007, Sahabat Kota mulai dirintis oleh 6 orang pemuda dari Bandung. Saat itu kegiatan pertama Sahabat Kota adalah mengisi libur panjang anak-anak menjadi Petualangan Jelajah Kota yang seru. Anak diajak untuk mengeksplorasi kota, dan mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka. Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari lingkungan hidup mereka, yang berarti kota itu sendiri. Hidup selaras dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar, baik alam maupun sosial, akan memberikan pembelajaran berharga bagi perkembangan fisik dan karakter anak. Karena itu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan kewajiban seluruh warga kota, termasuk kaum muda. Sahabat Kota dengan gerakan COME OUT & PLAY nya aktif mengajak adik-adik untuk belajar dan bermain di ruang kota dengan program-program utama, yaitu Kidsventure Club, ALUN ULIN, dan Sahabat Kota SUMMER CAMP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: